Kemen PPPA-Danone perkuat pemulihan gizi – trauma anak pascagempa NTT
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama Danan e Indonesia menandatangani kesepakatan baru untuk memperkuat upaya pemulihan gizi dan penanganan trauma pada anak‑anak pasca‑gempa di Nusa Tenggara Timur. Kolaborasi ini menggabungkan sumber daya pemerintah dengan keahlian nutrisi dan program sosial Danone, bertujuan menurunkan angka kekurangan gizi serta membantu anak‑anak yang masih merasakan dampak psikologis bencana.
Program yang diluncurkan pada minggu ini mencakup distribusi paket makanan bergizi, pelatihan orang tua tentang pola makan seimbang, serta sesi konseling psikologis di pusat‑pusat layanan kesehatan setempat. Tim lapangan Kemen PPPA akan memantau perkembangan anak secara berkala, sementara Danone menyediakan produk susu fortified yang telah terbukti meningkatkan status gizi pada usia dini.
Selain bantuan material, inisiatif ini menekankan pentingnya pendekatan holistik: integrasi antara kesehatan fisik dan mental. Dengan melibatkan guru, kader posyandu, dan relawan lokal, proyek ini berupaya menciptakan jaringan dukungan yang berkelanjutan, sehingga pemulihan tidak hanya bersifat sementara melainkan menjadi bagian dari proses rehabilitasi jangka panjang.
Kementerian menargetkan pencapaian 10 ribu anak dalam tiga bulan pertama, dengan harapan dapat memperbaiki indikator gizi dan mengurangi gejala trauma secara signifikan. Danone, sebagai mitra strategis, menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi pada program sosial yang berfokus pada kesejahteraan anak, khususnya di wilayah yang paling terdampak bencana.