PLN siap serap dan salurkan 223 ribu MWh listrik dari sampah Bekasi
PLN siap menampung dan menyalurkan listrik sebesar 223 ribu megawatt‑jam (MWh) yang dihasilkan dari pengolahan sampah di Bekasi. Pembangkit sampah‑menjadi‑listrik (PSEL) ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus mengatasi permasalahan pengelolaan sampah kota. Menurut pernyataan resmi PT PLN (Persero), jaringan distribusi perusahaan telah dipersiapkan untuk menerima aliran energi bersih tersebut mulai kuartal berikutnya.
Kerjasama antara PLN, pemerintah daerah Bekasi, dan konsorsium pengembang PSEL menargetkan kapasitas produksi listrik tahunan mencapai 223.000 MWh, setara dengan kebutuhan listrik sekitar 150.000 rumah tangga. Proyek ini memanfaatkan teknologi pembakaran termal modern yang mengubah sampah organik menjadi uap untuk menggerakkan turbin. Selain menghasilkan listrik, prosesnya juga mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan menurunkan emisi gas rumah kaca.
Direktur Utama PLN, Said A. M. Syarif, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi berkelanjutan. “Kami telah menyiapkan infrastruktur jaringan, sistem monitoring, dan prosedur operasional yang sesuai standar keamanan serta kualitas listrik,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa integrasi energi dari PSEL ke dalam jaringan nasional akan menjadi contoh bagi proyek serupa di wilayah lain, memperkuat upaya Indonesia dalam mencapai target bauran energi terbarukan 23 % pada tahun 2025.